Home > Megapolitan > Polres Batu Bara Gelar Minggu Kasih, Salurkan Sembako dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Polres Batu Bara Gelar Minggu Kasih, Salurkan Sembako dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Rahmat Hidayat 20 September 2026 Megapolitan
Polres Batu Bara Gelar Minggu Kasih, Salurkan Sembako dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Polres Batu Bara melalui Satresnarkoba dan Polsek jajaran kembali menggelar kegiatan Minggu Kasih dengan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Batu Bara, Minggu (20/9/2026).

Satresnarkoba yang dipimpin Kasatresnarkoba AKP Arifin Purba, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan di Jalan Plamboyan, Lingkungan VII, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh. Selain membagikan sembako, personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba.

Polsek Lima Puluh yang dipimpin AKP Salomo Sagala, S.H., menyalurkan sembako kepada warga Kelurahan Lima Puluh Kota. Bantuan diberikan kepada Budi P. dan A. Hasibuan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Sementara itu, Polsek Medang Deras melalui Kapolsek AKP A.H. Sagala bersama personel menyerahkan sembako titipan Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., kepada Ibu K. Simatupang di Desa Sidomuliyo.

Di wilayah Talawi, Kapolsek AKP A. Sitorus, S.H., bersama personel memberikan bantuan sembako kepada Robert, 54 tahun, seorang nelayan dan warga Kelurahan Labuhan Ruku. Bantuan yang diberikan berupa beras, telur dan mi instan.

Polsek Air Putih juga melaksanakan Minggu Kasih dengan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu, kaum duafa serta pengurus rumah ibadah di wilayah Kecamatan Air Putih.

Kegiatan Minggu Kasih merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus sarana mempererat komunikasi serta menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

*Tim K-9 SAR Ditpolsatwa Korpsabhara Baharkam Polri Sisir Lokasi Terdampak di Manggarai NTT, Pastikan Sterilisasi dan Keselamatan Satwa* MANGGARAI, FLORES NTT – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menerjunkan Tim Search Unit K-9 SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban di wilayah hukum Polsek Reo, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (18/8/2026). Langkah cepat ini diambil guna menyisir lokasi-lokasi strategis yang terdampak bencana. Dipimpin langsung oleh Kepala Tim (Katim) K-9 SAR, IPTU Erasmus, pergerakan pasukan dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Personel yang dilibatkan terdiri dari 21 anggota gabungan, termasuk Tim Veteriner (dokter hewan), pawang (handler), serta tim pelindung. Setibanya di Polsek Reo pada pukul 12.00 WITA, IPTU Erasmus langsung menggelar konsolidasi dan koordinasi intensif bersama Wakapolda dan Astamaops guna mematangkan strategi operasi di lapangan. Operasi pencarian difokuskan di area SDN Reo I Kabupaten Manggarai. Sebelum diterjunkan ke area pencarian (site), Team RSH Polri Presisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap empat satwa K-9 spesialis pelacak mayat (cadaver) yang dikerahkan, yaitu Walet, Dasa, Sita, dan Ari. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi fisik satwa dalam keadaan prima. Selain pemeriksaan satwa, Tim Pelindung juga melakukan sterilisasi area di masing-masing site pencarian. Petugas membersihkan material berbahaya seperti puing-puing seng, paku, dan pecahan kaca yang dapat melukai satwa K-9 saat bertugas. Tepat pukul 15.15 WITA, pencarian dimulai secara paralel. Satwa K-9 Walet dan Dasa menyisir Site A, disusul oleh K-9 Ari dan Sita yang melakukan pelacakan di Site B. Setelah hampir satu jam proses penyisiran intensif, pencarian dinyatakan selesai pada pukul 16.00 WITA dengan hasil tidak ditemukannya tanda-tanda korban di kedua titik tersebut. Seluruh satwa K-9 kemudian kembali menjalani pemeriksaan kesehatan pasca-operasi oleh Tim RSH Polri Presisi. Dalam analisa dan evaluasi (anev) yang digelar usai operasi, IPTU Erasmus mencatat beberapa hambatan krusial di lapangan, di antaranya banyaknya material tajam yang berisiko bagi keselamatan satwa, serta kondisi struktur bangunan dan tembok retak di sekitar lokasi yang mengancam keselamatan para pawang (handler). Meskipun menghadapi medan yang cukup berbahaya, operasi berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri berkomitmen untuk terus bersinergi dalam misi kemanusiaan ini demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

18 Agustus 2026