Home > Megapolitan > Satlantas Pos Sei Bejangkar Laksanakan Patroli Jalinsum – Kibas Bendera Merah di Lokasi Rawan, Kegiatan Aman Lancar

Satlantas Pos Sei Bejangkar Laksanakan Patroli Jalinsum – Kibas Bendera Merah di Lokasi Rawan, Kegiatan Aman Lancar

Rahmat Hidayat 17 Juli 2026 Megapolitan
Satlantas Pos Sei Bejangkar Laksanakan Patroli Jalinsum – Kibas Bendera Merah di Lokasi Rawan, Kegiatan Aman Lancar

BATU BARA, 17 JULI 2026 – Personil Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Pos Lantas Sei Bejangkar Polres Batu Bara melaksanakan kegiatan patroli pada hari Jum’at (17/7/2026) mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai, bertempat di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah hukum Pos Lantas Sei Bejangkar. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran lalu lintas serta memberikan peringatan kepada pengguna jalan di lokasi yang dianggap rawan terjadinya kecelakaan.

Petugas yang melaksanakan patroli adalah IPDA Sartono. Selain melakukan pengawasan terhadap aliran kendaraan, ia juga melakukan kegiatan kibasan bendera merah di lokasi rawan, sebagai bentuk peringatan agar pengguna jalan lebih hati-hati dan memperhatikan kondisi jalan serta lalu lintas di sekitarnya.

Bendera merah biasanya digunakan untuk menandakan area yang berpotensi berbahaya, seperti jalan licin, tikungan tajam, atau daerah yang sering terjadi kecelakaan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan mengikuti aturan lalu lintas dengan ketat.

Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan patroli dan kibasan bendera merah berjalan dengan aman dan lancar. Tidak ditemukan adanya gangguan atau kondisi yang mengganggu kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dengan memberikan peringatan yang jelas melalui bendera merah, kami berharap pengguna jalan dapat lebih waspada dan menjaga keselamatan diri serta orang lain,” ujar pihak Satlantas Polres Batu Bara.

Laporan kegiatan telah disampaikan kepada Kapolres Batu Bara dengan tembusan kepada Wakapolres Batu Bara, Kabag Ops Polres Batu Bara, dan Kasipropam Polres Batu Bara.

Sumber : Laporan Resmi Kasatlantas Polres Batu Bara

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

*Tim K-9 SAR Ditpolsatwa Korpsabhara Baharkam Polri Sisir Lokasi Terdampak di Manggarai NTT, Pastikan Sterilisasi dan Keselamatan Satwa* MANGGARAI, FLORES NTT – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menerjunkan Tim Search Unit K-9 SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban di wilayah hukum Polsek Reo, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (18/8/2026). Langkah cepat ini diambil guna menyisir lokasi-lokasi strategis yang terdampak bencana. Dipimpin langsung oleh Kepala Tim (Katim) K-9 SAR, IPTU Erasmus, pergerakan pasukan dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Personel yang dilibatkan terdiri dari 21 anggota gabungan, termasuk Tim Veteriner (dokter hewan), pawang (handler), serta tim pelindung. Setibanya di Polsek Reo pada pukul 12.00 WITA, IPTU Erasmus langsung menggelar konsolidasi dan koordinasi intensif bersama Wakapolda dan Astamaops guna mematangkan strategi operasi di lapangan. Operasi pencarian difokuskan di area SDN Reo I Kabupaten Manggarai. Sebelum diterjunkan ke area pencarian (site), Team RSH Polri Presisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap empat satwa K-9 spesialis pelacak mayat (cadaver) yang dikerahkan, yaitu Walet, Dasa, Sita, dan Ari. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi fisik satwa dalam keadaan prima. Selain pemeriksaan satwa, Tim Pelindung juga melakukan sterilisasi area di masing-masing site pencarian. Petugas membersihkan material berbahaya seperti puing-puing seng, paku, dan pecahan kaca yang dapat melukai satwa K-9 saat bertugas. Tepat pukul 15.15 WITA, pencarian dimulai secara paralel. Satwa K-9 Walet dan Dasa menyisir Site A, disusul oleh K-9 Ari dan Sita yang melakukan pelacakan di Site B. Setelah hampir satu jam proses penyisiran intensif, pencarian dinyatakan selesai pada pukul 16.00 WITA dengan hasil tidak ditemukannya tanda-tanda korban di kedua titik tersebut. Seluruh satwa K-9 kemudian kembali menjalani pemeriksaan kesehatan pasca-operasi oleh Tim RSH Polri Presisi. Dalam analisa dan evaluasi (anev) yang digelar usai operasi, IPTU Erasmus mencatat beberapa hambatan krusial di lapangan, di antaranya banyaknya material tajam yang berisiko bagi keselamatan satwa, serta kondisi struktur bangunan dan tembok retak di sekitar lokasi yang mengancam keselamatan para pawang (handler). Meskipun menghadapi medan yang cukup berbahaya, operasi berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri berkomitmen untuk terus bersinergi dalam misi kemanusiaan ini demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

18 Agustus 2026