Home > Megapolitan > Kapolres Batu Bara Berikan Santunan Dan Kursi Roda Kepada Warga Penyandang Disabilitas

Kapolres Batu Bara Berikan Santunan Dan Kursi Roda Kepada Warga Penyandang Disabilitas

Rahmat Hidayat 10 Agustus 2026 Megapolitan
Kapolres Batu Bara Berikan Santunan Dan Kursi Roda Kepada Warga Penyandang Disabilitas

Batu Bara, 10 Agustus 2026 — Wujud kepedulian dan perhatian kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh jajaran Polres Batu Bara. Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., menyerahkan bantuan berupa santunan dan kursi roda kepada Parmin Sinambela, warga berusia 76 tahun yang merupakan penyandang disabilitas, pada hari Senin, 10 Agustus 2026.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan langsung oleh Kapolres Batu Bara di kediaman penerima bantuan, yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 161, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kasat Binmas Polres Batu Bara AKP L. Sirait, S.H., Kanit Bhabinkamtibmas Ipda U.P. Tambunan, S.H., serta personel Binpolmas Brigadir Ridho Siagian.

Kapolres Batu Bara menyampaikan bahwa bantuan berupa kursi roda dan santunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta membantu mempermudah aktivitas sehari-hari penerima bantuan. Beliau juga berpesan agar bantuan yang telah diberikan dapat digunakan dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Batu Bara terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Kehadiran institusi Polri diharapkan tidak hanya mampu memberikan rasa aman dan nyaman, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara langsung bagi kehidupan masyarakat.

Atas bantuan yang telah diterimanya, Parmin Sinambela menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Batu Bara beserta seluruh personel Polres Batu Bara atas perhatian dan kepedulian yang telah diberikan kepadanya.

Melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, Polres Batu Bara terus berkomitmen untuk semakin mempererat kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat, serta senantiasa menghadirkan pelayanan dan kepedulian Polri yang humanis di tengah-tengah warga.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

*Tim K-9 SAR Ditpolsatwa Korpsabhara Baharkam Polri Sisir Lokasi Terdampak di Manggarai NTT, Pastikan Sterilisasi dan Keselamatan Satwa* MANGGARAI, FLORES NTT – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menerjunkan Tim Search Unit K-9 SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban di wilayah hukum Polsek Reo, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (18/8/2026). Langkah cepat ini diambil guna menyisir lokasi-lokasi strategis yang terdampak bencana. Dipimpin langsung oleh Kepala Tim (Katim) K-9 SAR, IPTU Erasmus, pergerakan pasukan dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Personel yang dilibatkan terdiri dari 21 anggota gabungan, termasuk Tim Veteriner (dokter hewan), pawang (handler), serta tim pelindung. Setibanya di Polsek Reo pada pukul 12.00 WITA, IPTU Erasmus langsung menggelar konsolidasi dan koordinasi intensif bersama Wakapolda dan Astamaops guna mematangkan strategi operasi di lapangan. Operasi pencarian difokuskan di area SDN Reo I Kabupaten Manggarai. Sebelum diterjunkan ke area pencarian (site), Team RSH Polri Presisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap empat satwa K-9 spesialis pelacak mayat (cadaver) yang dikerahkan, yaitu Walet, Dasa, Sita, dan Ari. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi fisik satwa dalam keadaan prima. Selain pemeriksaan satwa, Tim Pelindung juga melakukan sterilisasi area di masing-masing site pencarian. Petugas membersihkan material berbahaya seperti puing-puing seng, paku, dan pecahan kaca yang dapat melukai satwa K-9 saat bertugas. Tepat pukul 15.15 WITA, pencarian dimulai secara paralel. Satwa K-9 Walet dan Dasa menyisir Site A, disusul oleh K-9 Ari dan Sita yang melakukan pelacakan di Site B. Setelah hampir satu jam proses penyisiran intensif, pencarian dinyatakan selesai pada pukul 16.00 WITA dengan hasil tidak ditemukannya tanda-tanda korban di kedua titik tersebut. Seluruh satwa K-9 kemudian kembali menjalani pemeriksaan kesehatan pasca-operasi oleh Tim RSH Polri Presisi. Dalam analisa dan evaluasi (anev) yang digelar usai operasi, IPTU Erasmus mencatat beberapa hambatan krusial di lapangan, di antaranya banyaknya material tajam yang berisiko bagi keselamatan satwa, serta kondisi struktur bangunan dan tembok retak di sekitar lokasi yang mengancam keselamatan para pawang (handler). Meskipun menghadapi medan yang cukup berbahaya, operasi berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri berkomitmen untuk terus bersinergi dalam misi kemanusiaan ini demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

18 Agustus 2026