Home > Daerah > Pos Padat Pagi Senin, Sat Lantas Pematangsiantar Kawal 35 Titik Rawan Kepadatan Lalu Lintas

Pos Padat Pagi Senin, Sat Lantas Pematangsiantar Kawal 35 Titik Rawan Kepadatan Lalu Lintas

Rahmat Hidayat 24 Agustus 2026 Daerah
Pos Padat Pagi Senin, Sat Lantas Pematangsiantar Kawal 35 Titik Rawan Kepadatan Lalu Lintas

Pematangsiantar, 24 Agustus 2026 — Satuan Lalu Lintas Polres Pematangsiantar kembali menempatkan personel di 35 titik persimpangan strategis guna mengamankan arus kendaraan pada jam sibuk pagi hari. Kegiatan Pos Padat Pagi dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB hingga selesai, menyasar ruas-ruas utama yang menjadi pusat pergerakan warga saat berangkat bekerja dan beraktivitas.

Penempatan petugas difokuskan di sepuluh ruas jalan terpadat kota, meliputi:

– Jalan Merdeka — 8 titik (Simpang BRI, Surabaya, Bandung, Wahidin, Sutoyo, Imam Bonjol, Hos. Cokroaminoto, Pattimura)
​
– Jalan Sutomo — 10 titik (Simpang Diponegoro, Surabaya, Bandung, Wahidin, Sutoyo, Vihara, Hos. Cokroaminoto, Soa’sio, Pattimura, Methodist)
​
– Jalan A. Yani — 3 titik (Traffic Light Pahlawan, BDB, Rambung Merah)
​
– Jalan Gereja — 2 titik (Simpang 4 & Simpang 3)
​
– Patuan Nagari — 3 titik (Traffic Light Rajawali, Simpang Musyawarah, Mufakat)
​
– Jalan MH. Sitorus — 1 titik (Simpang Adam Malik)
​
– Jalan Sangnawaluh — 2 titik (Simpang Nomensen, Traffic Light Sambo)
​
– Jalan Kartini — 3 titik (SMPN IV, SMA Kartika, Traffic Light Kartini)
​
– Jalan Sudirman — 2 titik (SD Negeri, depan Mako Polres)
​
– Jalan Pane–Vihara — 1 titik (SMP Methodist)

Personel Sat Lantas yang ditempatkan di setiap titik secara aktif mengatur arus kendaraan, membantu penyeberangan pejalan kaki, serta memberikan himbauan tertib berlalu lintas kepada pengendara. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi kepadatan lalu lintas serta menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Kota Pematangsiantar.

Meski volume kendaraan terpantau meningkat pada jam berangkat kerja, berkat pengaturan yang terkoordinasi di titik-titik rawan, arus lalu lintas tetap berjalan terkendali dan tidak terjadi kemacetan yang berkepanjangan. Kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan baik, lancar, dan tertib. Laporan kegiatan disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., CPHR. kepada Dirlantas Polda Sumut dan Kapolres Pematangsiantar, dengan tembusan kepada Wadir Lantas Polda Sumut serta Para PJU Ditlantas Polda Sumut. (Dinda)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Wakapolres Batu Bara Hadiri Malam Pesona Seni dan Budaya Kabupaten Batu Bara di PRSU 2026 Medan – Wakapolres Batu Bara KOMPOL Supendi, S.H., M.H., mewakili Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., menghadiri pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 dalam rangka Malam Pesona Seni dan Budaya Kabupaten Batu Bara, yang digelar di Panggung Keong Taman Budaya PRSU, Kota Medan, Selasa (21/7/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.AP., Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara Muhammad Syafi’i, S.H., Pj. Sekda Rusyian Heri, Kakan Kemenag Kabupaten Batu Bara Ahmad Jaiz, S.Ag., M.Ag., para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Acara diawali dengan pembukaan dan tari persembahan Melayu, dilanjutkan doa, laporan ketua panitia, pertunjukan Debus, sambutan Ketua DPRD dan Bupati Batu Bara, serta penampilan Tari Kreasi 13 Etnis yang menggambarkan keberagaman budaya di Kabupaten Batu Bara. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Sertifikat Penetapan Tonun Batu Bara sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, yang menjadi kebanggaan sekaligus bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya daerah. Acara kemudian ditutup dengan penampilan Tari Putri Bertonun, Tari Tor-Tor, foto bersama, dan closing ceremony. Kehadiran Wakapolres Batu Bara dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan Polri terhadap pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 23.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Sumber : Humas Polres Batu Bara

22 Juli 2026