Home > Megapolitan > Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Anak Penderita Hidrosefalus, Serahkan Bantuan dalam Rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Anak Penderita Hidrosefalus, Serahkan Bantuan dalam Rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Rahmat Hidayat 19 September 2026 Megapolitan
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Anak Penderita Hidrosefalus, Serahkan Bantuan dalam Rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

PEMATANGSIANTAR — Jajaran Polres Pematangsiantar melaksanakan kegiatan bakti sosial sekaligus kunjungan kasih kepada anak bernama Sukma Adhany (Hany) yang menderita hidrosefalus, di Jalan Meranti, Kelurahan Kahean, Siantar Utara, Sabtu (19/09/2026) pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara Tahun 2026.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Pematangsiantar, AKBP Dhana Noer Kurniawan, S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres Pematangsiantar Kompol Budiono Saputro, S.H., M.H., Ketua Bhayangkari Cabang Pematangsiantar Ny. Melati Dhana, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Karina Budiono, serta Kasat Lantas dan jajaran personil Sat Lantas Polres Pematangsiantar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres beserta rombongan menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga Hany sebagai wujud kepedulian dan perhatian Polri terhadap warga yang membutuhkan. Kapolres dan rombongan juga menyempatkan waktu berinteraksi langsung dengan Hany dan keluarganya, memberikan dukungan moril serta mendoakan kesembuhan.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk nyata kepedulian Polri, khususnya Polres Pematangsiantar, untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan perhatian dan dukungan. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban keluarga dan menjadi berkah,” ungkap AKBP Dhana Noer Kurniawan.

Keluarga Hany menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Suasana berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan.

Kegiatan sosial ini juga menjadi bukti bahwa peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara tidak hanya soal peningkatan profesionalisme di jalan raya, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan kasih sayang antara Polri dan masyarakat melalui aksi kemanusiaan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.(Dwiputri)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Gatur Pagi di Simpang Taman Lima Puluh, Arus Jalinsum Terpantau Lancar dan Kondusif BATU BARA – Menyambut puncak keberangkatan aktivitas warga di pagi hari serta menjaga kelancaran pergerakan kendaraan di jalur strategis, personil Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi atau yang dikenal dengan istilah Gatur Pagi di Simpang Taman, Kecamatan Lima Puluh, Jumat (31/7/2026). Kegiatan pengaturan ini berlangsung mulai pukul 06.45 WIB hingga selesai, tepat di titik persimpangan yang menghubungkan berbagai ruas jalan utama pada Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Titik ini merupakan jalur yang sangat vital karena dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, hingga kendaraan angkutan barang yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Sumatera. Pelaksanaan pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Regident Satlantas Polres Batu Bara, yang didampingi oleh personil Aipda MK Rizal. Kedua petugas ini telah menempatkan diri di posisi strategis persimpangan untuk mengatur pergerakan arus kendaraan secara bergantian, sehingga dapat berjalan beriringan dan tertib. Tujuan utama pelaksanaan kegiatan Gatur Pagi ini adalah untuk mengurai potensi kepadatan yang biasanya terjadi pada jam sibuk pagi hari, melancarkan arus perpindahan kendaraan dari berbagai arah, serta mencegah terjadinya kemacetan panjang maupun risiko kecelakaan lalu lintas di titik pertemuan jalur tersebut. Selain itu, kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan yang melintas, baik warga lokal maupun pengendara yang sedang melakukan perjalanan jarak jauh. Berdasarkan pantauan di lapangan hingga kegiatan selesai, upaya pengaturan yang dilakukan personil berjalan dengan sangat baik. Arus lalu lintas di Simpang Taman dan ruas Jalinsum sekitarnya terpantau berjalan lancar, aman, dan tertib tanpa ditemukan gangguan berarti maupun indikasi kemacetan yang menghambat pergerakan.   Sumber: Satlantas Polres Batu Bara

31 Juli 2026

*Tim K-9 SAR Ditpolsatwa Korpsabhara Baharkam Polri Sisir Lokasi Terdampak di Manggarai NTT, Pastikan Sterilisasi dan Keselamatan Satwa* MANGGARAI, FLORES NTT – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menerjunkan Tim Search Unit K-9 SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban di wilayah hukum Polsek Reo, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (18/8/2026). Langkah cepat ini diambil guna menyisir lokasi-lokasi strategis yang terdampak bencana. Dipimpin langsung oleh Kepala Tim (Katim) K-9 SAR, IPTU Erasmus, pergerakan pasukan dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Personel yang dilibatkan terdiri dari 21 anggota gabungan, termasuk Tim Veteriner (dokter hewan), pawang (handler), serta tim pelindung. Setibanya di Polsek Reo pada pukul 12.00 WITA, IPTU Erasmus langsung menggelar konsolidasi dan koordinasi intensif bersama Wakapolda dan Astamaops guna mematangkan strategi operasi di lapangan. Operasi pencarian difokuskan di area SDN Reo I Kabupaten Manggarai. Sebelum diterjunkan ke area pencarian (site), Team RSH Polri Presisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap empat satwa K-9 spesialis pelacak mayat (cadaver) yang dikerahkan, yaitu Walet, Dasa, Sita, dan Ari. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi fisik satwa dalam keadaan prima. Selain pemeriksaan satwa, Tim Pelindung juga melakukan sterilisasi area di masing-masing site pencarian. Petugas membersihkan material berbahaya seperti puing-puing seng, paku, dan pecahan kaca yang dapat melukai satwa K-9 saat bertugas. Tepat pukul 15.15 WITA, pencarian dimulai secara paralel. Satwa K-9 Walet dan Dasa menyisir Site A, disusul oleh K-9 Ari dan Sita yang melakukan pelacakan di Site B. Setelah hampir satu jam proses penyisiran intensif, pencarian dinyatakan selesai pada pukul 16.00 WITA dengan hasil tidak ditemukannya tanda-tanda korban di kedua titik tersebut. Seluruh satwa K-9 kemudian kembali menjalani pemeriksaan kesehatan pasca-operasi oleh Tim RSH Polri Presisi. Dalam analisa dan evaluasi (anev) yang digelar usai operasi, IPTU Erasmus mencatat beberapa hambatan krusial di lapangan, di antaranya banyaknya material tajam yang berisiko bagi keselamatan satwa, serta kondisi struktur bangunan dan tembok retak di sekitar lokasi yang mengancam keselamatan para pawang (handler). Meskipun menghadapi medan yang cukup berbahaya, operasi berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri berkomitmen untuk terus bersinergi dalam misi kemanusiaan ini demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

18 Agustus 2026