Home > Megapolitan > *Bupati Batu Bara Apresiasi Persetujuan DPRD terhadap P-APBD 2026, Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

*Bupati Batu Bara Apresiasi Persetujuan DPRD terhadap P-APBD 2026, Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

Rahmat Hidayat 22 September 2026 Megapolitan
*Bupati Batu Bara Apresiasi Persetujuan DPRD terhadap P-APBD 2026, Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

BATU BARA* – Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., mengapresiasi persetujuan seluruh fraksi DPRD Kabupaten Batu Bara terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026.

Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi atas Laporan Badan Anggaran (Banggar) terhadap Ranperda P-APBD Tahun Anggaran 2026, yang dirangkaikan dengan pengambilan keputusan serta penandatanganan persetujuan bersama. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batu Bara, Senin (21/9/2026).

Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD Kabupaten Batu Bara menyatakan persetujuan terhadap Ranperda P-APBD Tahun Anggaran 2026 setelah mendengarkan laporan akhir hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pembahasan dan laporan akhir Banggar, seluruh fraksi telah menyepakati Ranperda P-APBD Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku.

Atas persetujuan tersebut, Bupati Batu Bara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Batu Bara yang telah berperan dalam proses pembahasan hingga tercapainya kesepakatan bersama.

Bupati Baharuddin menegaskan bahwa persetujuan tersebut merupakan wujud komitmen bersama dalam mendorong pembangunan Kabupaten Batu Bara dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota DPRD atas kesepakatan ini. Karena memang dalam pikiran kita ini bagaimana kita membangun Kabupaten Batu Bara dalam kondisi keuangan yang kita miliki hari ini,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Baharuddin menyampaikan bahwa setelah disepakatinya P-APBD Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah akan memprioritaskan penggunaan anggaran untuk mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya akan menggunakan program prioritas terhadap APBD kita ini,” tegasnya.

Menurut Bupati, sinergi dan kekompakan antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan DPRD sangat diperlukan dalam pelaksanaan program pembangunan daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan kebijakan dan penggunaan anggaran berjalan sesuai prioritas serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Turut mendampingi Bupati dalam rapat paripurna tersebut, Pj. Sekretaris Daerah, para staf ahli, para asisten, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, dan para kepala bagian (Kabag).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

*Tim K-9 SAR Ditpolsatwa Korpsabhara Baharkam Polri Sisir Lokasi Terdampak di Manggarai NTT, Pastikan Sterilisasi dan Keselamatan Satwa* MANGGARAI, FLORES NTT – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menerjunkan Tim Search Unit K-9 SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban di wilayah hukum Polsek Reo, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (18/8/2026). Langkah cepat ini diambil guna menyisir lokasi-lokasi strategis yang terdampak bencana. Dipimpin langsung oleh Kepala Tim (Katim) K-9 SAR, IPTU Erasmus, pergerakan pasukan dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Personel yang dilibatkan terdiri dari 21 anggota gabungan, termasuk Tim Veteriner (dokter hewan), pawang (handler), serta tim pelindung. Setibanya di Polsek Reo pada pukul 12.00 WITA, IPTU Erasmus langsung menggelar konsolidasi dan koordinasi intensif bersama Wakapolda dan Astamaops guna mematangkan strategi operasi di lapangan. Operasi pencarian difokuskan di area SDN Reo I Kabupaten Manggarai. Sebelum diterjunkan ke area pencarian (site), Team RSH Polri Presisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap empat satwa K-9 spesialis pelacak mayat (cadaver) yang dikerahkan, yaitu Walet, Dasa, Sita, dan Ari. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi fisik satwa dalam keadaan prima. Selain pemeriksaan satwa, Tim Pelindung juga melakukan sterilisasi area di masing-masing site pencarian. Petugas membersihkan material berbahaya seperti puing-puing seng, paku, dan pecahan kaca yang dapat melukai satwa K-9 saat bertugas. Tepat pukul 15.15 WITA, pencarian dimulai secara paralel. Satwa K-9 Walet dan Dasa menyisir Site A, disusul oleh K-9 Ari dan Sita yang melakukan pelacakan di Site B. Setelah hampir satu jam proses penyisiran intensif, pencarian dinyatakan selesai pada pukul 16.00 WITA dengan hasil tidak ditemukannya tanda-tanda korban di kedua titik tersebut. Seluruh satwa K-9 kemudian kembali menjalani pemeriksaan kesehatan pasca-operasi oleh Tim RSH Polri Presisi. Dalam analisa dan evaluasi (anev) yang digelar usai operasi, IPTU Erasmus mencatat beberapa hambatan krusial di lapangan, di antaranya banyaknya material tajam yang berisiko bagi keselamatan satwa, serta kondisi struktur bangunan dan tembok retak di sekitar lokasi yang mengancam keselamatan para pawang (handler). Meskipun menghadapi medan yang cukup berbahaya, operasi berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri berkomitmen untuk terus bersinergi dalam misi kemanusiaan ini demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

18 Agustus 2026